Jakarta (Seputar Instansi) — Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menyelenggarakan kegiatan bertajuk Kepala Badan Bahasa Menyapa Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Se-Indonesia secara daring melalui Zoom dan kanal YouTube resmi, Sabtu (04/04/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem literasi nasional serta meningkatkan sinergi antara pemerintah dan komunitas literasi.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajang sosialisasi Program Bantuan Pemerintah Bidang Kebahasaan dan Kesastraan Tahun 2026 yang ditujukan bagi komunitas literasi. Secara umum, program ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas dan jangkauan gerakan literasi berbasis masyarakat di seluruh Indonesia.
Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Imam Budi Utomo, dalam laporannya menyampaikan bahwa TBM memiliki peran strategis dalam penguatan literasi masyarakat. “Forum TBM memiliki kemampuan dalam mengidentifikasi persoalan literasi di lingkungannya, sehingga diperlukan sinergi yang kuat dengan Badan Bahasa,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun komunikasi kelembagaan yang lebih erat antara TBM dan Badan Bahasa. Selain itu, sosialisasi program bantuan pemerintah diharapkan dapat mendorong partisipasi aktif TBM dalam berbagai program literasi yang disiapkan.
Ketua Forum TBM Nasional, Kang Opik, mengapresiasi inisiatif Badan Bahasa dalam membangun ruang dialog bersama pegiat literasi. Menurutnya, saat ini terdapat lebih dari 4.200 TBM yang tersebar di seluruh Indonesia dengan karakteristik dan tingkat perkembangan yang beragam.
“Gerakan literasi berbasis masyarakat sudah menjangkau seluruh provinsi, meskipun pemerataannya masih menjadi tantangan bersama,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan bantuan pemerintah secara optimal dan akuntabel. Dalam hal ini, laporan pertanggungjawaban menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan program literasi ke depan.
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, menegaskan bahwa peningkatan literasi merupakan salah satu program prioritas nasional. Ia menyebut literasi sebagai fondasi penting dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
“Literasi tidak bisa berjalan sendiri, perlu kolaborasi semua pemangku kepentingan, termasuk TBM sebagai garda terdepan di masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Hafidz menjelaskan bahwa Badan Bahasa terus mendorong berbagai program, mulai dari peningkatan literasi di satuan pendidikan hingga penyediaan bahan bacaan di masyarakat. Ia juga mengajak TBM untuk berperan aktif dalam memanfaatkan program-program tersebut.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah dan komunitas literasi. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, gerakan literasi nasional diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kecakapan literasi masyarakat Indonesia.
Penulis: Uswah
Foto: Uswah

0 Comments