Hadapi Tantangan Kompleks, Ka.Kankemenag Dorong Inovasi dan Respons Cepat

 


Paringin (Kemenag Balangan)  — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Balangan, Dr. Hj. Nahdiyatul Husna, S.Pd.I., M.M mengikuti Breakfast Meeting Rapat Koordinasi secara hybrid bersama Menteri Agama Republik Indonesia melalui zoom meeting di ruang kerjanya, Selasa (07/04/2026).

 

Dalam arahannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa forum tersebut mampu memberikan pemahaman yang lebih utuh kepada jajaran di daerah terkait kebijakan, perencanaan, hingga prioritas program Kementerian Agama. Ia juga menilai kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran yang cepat dan komprehensif bagi pejabat daerah.

 

“Breakfast meeting ini bukan sekadar forum koordinasi, tetapi menjadi sarana percepatan pemahaman kebijakan nasional bagi seluruh jajaran di daerah. Informasi strategis yang disampaikan di sini tidak selalu tersedia di ruang publik, sehingga sangat penting untuk diikuti,” ujarnya.

 

Selain itu, Menteri Agama juga mendorong seluruh jajaran di daerah untuk aktif menyampaikan kondisi riil di wilayah masing-masing.

 

"Pendekatan tidak boleh hanya bersifat top-down, tetapi harus memperhatikan kebutuhan dan persoalan nyata di lapangan," ujarnya.

 

Nasaruddin menegaskan bahwa tantangan pembangunan keagamaan saat ini semakin kompleks, mulai dari keterbatasan anggaran, rendahnya literasi keagamaan, hingga berkurangnya tenaga pendidik dan penyuluh agama. Oleh karena itu, diperlukan terobosan dan pola pikir yang lebih inovatif dalam menjalankan program-program keagamaan.

 

“Dengan keterbatasan anggaran, kita tidak boleh berhenti berinovasi. Kita harus berpikir di luar kebiasaan dan mencari solusi kreatif agar pelayanan keagamaan tetap berjalan optimal dan berdampak luas bagi masyarakat,” tegasnya.

 

Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala Kantor Kemenag Balangan, Hj. Nahdiyatul Husna menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan langkah-langkah konkret di tingkat daerah, khususnya dalam memperkuat koordinasi internal serta mendorong jajaran untuk lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

 

“Kita harus mampu menangkap substansi dari setiap kebijakan yang disampaikan, kemudian menerjemahkannya menjadi langkah nyata di lapangan. Jangan hanya berhenti pada pemahaman, tetapi harus diwujudkan dalam aksi,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, Hj. Husna juga mengimbau agar seluruh jajaran meningkatkan inovasi dan tidak terpaku pada pola kerja yang bersifat rutinitas semata, mengingat tantangan pelayanan keagamaan ke depan semakin dinamis.

 

“Dengan keterbatasan yang ada, kita dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif. Saya berharap seluruh jajaran dapat bekerja dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” pungkasnya.

 

Penulis: Uswah

Foto: Uswah

Related Posts

Post a Comment

0 Comments