Bukan Kurikulum Baru, Ka.Kankemenag Dorong Revolusi Karakter melalui KBC

 


Paringin (Kemenag Balangan) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Balangan, Dr. Hj. Nahdiyatul Husna, S.Pd.I., M.M., didampingi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Drs. H. Saiful Hadi, M.M., menghadiri pembukaan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bagi guru madrasah yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia Kabupaten Balangan di Kampus B Universitas Sapta Mandiri, Senin (22/06/2026).

 

Dalam sambutannya, Nahdiyatul Husna menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta bukanlah kurikulum baru yang menggantikan kurikulum yang telah berlaku, melainkan penguatan nilai-nilai karakter yang diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran.

 

“Jangan sampai ada kesalahpahaman bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan kurikulum baru. Kurikulum yang digunakan tetap sama, hanya saja muatan pembelajarannya diperkuat dengan nilai-nilai cinta kepada Sang Pencipta, sesama manusia, lingkungan, dan bangsa,” ujarnya.

 

Hj. Husna menjelaskan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta menjadi salah satu upaya Kementerian Agama dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berakhlak mulia, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

 

Menurutnya, penguatan nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini, di tengah maraknya berbagai persoalan sosial, termasuk sikap intoleransi yang berkembang di masyarakat.

 

“Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, kita ingin menanamkan nilai-nilai kebersamaan, saling menghargai, dan saling menghormati sejak dini. Hal ini menjadi penting agar peserta didik tumbuh menjadi pribadi yang moderat, toleran, dan mampu hidup berdampingan dalam keberagaman,” katanya.

 

Nahdiyatul Husna berharap para guru madrasah dapat menjadi garda terdepan dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta di satuan pendidikan masing-masing, sehingga nilai-nilai tersebut dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.

 

"Mari, para guru terus berinovasi dalam proses pembelajaran serta menjadikan madrasah sebagai ruang yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik dalam mengembangkan potensi dirinya," pungkasnya.

 

Bimtek KBC diikuti oleh 57 perserta yang berasal dari RA, MI, MTs dan MA negeri dan swasta di Kab. Balangan.

 

Penulis: Uswah

Foto: Ratno


Related Posts

Post a Comment

0 Comments