Paringin (Kemenag Balangan) – Pengawas Pendidikan Agama Buddha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Balangan, Mandan, S.Ag., M.M., menjadi pembina apel pagi di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Balangan, Kamis (24/09/2026). Dalam amanatnya, Mandan yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan apresiasi terhadap suasana toleransi dan keberagaman yang terbangun di lingkungan Kemenag Balangan.
“Saya merasa bangga dan bahagia bisa bergabung di Kementerian Agama Kabupaten Balangan. Menurut saya, di sini semuanya lengkap dan toleransinya luar biasa. Ini menjadi kebanggaan bagi kami,” ujarnya.
Mandan juga menceritakan pengalamannya dalam menjalankan tugas pembinaan keagamaan di wilayah pedalaman Kabupaten Balangan. Sejumlah wilayah binaannya memiliki akses yang cukup jauh dan terkadang harus ditempuh melalui jalan setapak.
“Dalam menjalankan tugas, terkadang kami harus masuk ke wilayah pedalaman melalui jalan setapak sejauh 10 hingga 15 kilometer. Namun, perjalanan tersebut menjadi pengalaman tersendiri karena kita dapat melihat langsung kondisi masyarakat dan perkembangan di wilayah tersebut,” tuturnya.
Menurut Mandan, perhatian pemerintah terhadap masyarakat pedalaman juga terlihat dari upaya meningkatkan akses pendidikan. Ia mencontohkan pembangunan sekolah-sekolah terpencil yang memberikan kesempatan kepada anak-anak di wilayah pedalaman untuk mendapatkan pendidikan.
“Dahulu ada sekolah yang hanya menggunakan terpal dan jumlah muridnya hanya beberapa orang. Dengan adanya perhatian dan dukungan pemerintah, sekolah tersebut kemudian dapat dibangun sehingga anak-anak di pedalaman tetap bisa mendapatkan pendidikan,” jelasnya.
Selain pendidikan, Mandan menyampaikan bahwa dukungan terhadap sarana dan kegiatan keagamaan juga menjadi hal penting dalam pembinaan masyarakat, khususnya umat Buddha yang berada di wilayah pedalaman Kabupaten Balangan.
“Untuk memperkuat kehidupan keagamaan, khususnya bagi umat Buddha, kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Agama yang terus mendukung kegiatan dan program keagamaan untuk membina masyarakat kami yang berada di pedalaman,” katanya.
Mandan berharap perhatian terhadap masyarakat pedalaman dapat terus ditingkatkan, baik dalam bidang pendidikan maupun kehidupan keagamaan. Menurutnya, tugas pembinaan juga menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat sekaligus memantau perkembangan di wilayah binaan.
“Memang tugas saya adalah melakukan pembinaan ke daerah-daerah tersebut. Jadi, sekaligus saya melihat dan memantau perkembangannya secara langsung. Kami merasa bangga dan berterima kasih atas perhatian yang telah diberikan,” pungkasnya.
Penulis: Uswah
Foto: Uswah

0 Comments